DEMO RUSUH OMNIBUS LAW, 14 ORANG DIAMANKAN POLISI

Malutberita.com– Refleksi dari Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2020 yang dilakukan oleh beberapa elemen Mahasiswa yang ada di Kota Ternate Berakhir dengan Kericuhan yang bertempat di depan Kantor Walikota Ternate, Rabu (28/10) Kemarin.

Dengan Semangat Sumpah Pemuda ini beberapa elemen Mahasiswa di Kota Ternate dari gabungan organisasi mahasiswa HMI, MABAR, PMII, KAMMI, IMM, KABAR, SPN, SAMURAI dan SMI serta gabungan elemen mahasiswa yang menolak di sahkanya UU Cipta Kerja turun ke Jalan melakukan unjuk rasa guna menyampaikan aspirasi dan tuntutan mereka.

Namun dalam aksi tersebut berakhir dengan kericuhan sehingga dari Pihak Keamanan harus membubarkan dan berhasil mengamankan 14 (Empat Belas) orang pendemo yang diduga melakukan perusakan serta melawan petugas ketika hendak di bubarkan dengan Inisial RK (19), AF (21), AH (20), MD (22), SM (20), AT (24), DY (21), A (19), SB (23), SA (20), MA (24), SW (23), FL (20), AT (20),

Dari Seorang Sumber mahasiswa yang enggan namanya di sebut menuturkan awalnya kegiatan unjuk rasa berjalan dengan aman, “memang agenda kita menduduki Kantor Walikota Ternate, hingga tuntutan kita terpenuhi, minimal ada perwakilan dari pemerintah Kota Ternate atau DPRD Kota Ternate terkait penolakan atas di sahkanya UU Omnibuslaw, tapi hingga sore ini tidak ada perwakilan yang menemui masa aksi, dan kami sangat menyesali tindakan pembubaran yang di lakukan oleh pihak Kepolisan”

Ia juga menyampaikan bahwa mereka akan melakukan konsolidasi untuk turun lagi ke jalan dengan sasaran di Polres Ternate dan Polda Maluku Utara.

Kabid Humas Polda Malut AKBP ADIP ROJIKAN, S.I.K. M.H. yang berada di lokasi demo Kantor Walikota Ternate menyampaikan bahwa tindakan kepolisan dalam membubarkan Masa Aksi sudah Sesuai dengan Prosedur (SOP) yakni sesuai dengan peraturan Kepala Kepolisian (Perkap) Nomor 9 tahun 2008 pasal 6 ayat (2) bahwa Polisi membatasi penyampaian pendapat di tempat terbuka mulai dari jam 06.00 s/d 18.00 sore.

“Sebelum di lakukan pembubaran teman-teman mahsiswa sudah terlebih dahulu di berikan himbauan oleh Kapolres Ternate di lanjutkan Wakapolres Ternate namun tidak di indahkan maka di lakukan pembubaran karena sudah melewati Waktu yang di Tetapkan” Tuturnya

Tambahnya “dalam aksi tersebut 14 orang di tahan karna di duga melakukan pengrusakan dan melawan petugas sementara kita lakukan Pemeriksaan apabila terbukti melakukan tindak Pidana maka akan diproses sesuai dengan Hukum Namun Apabila tidak terbukti melakukan pelanggaran maupun pidana maka akan di Bebaskan”

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *