JELANG PILKADA, POLDA GELAR SIMULASI PAM TPS DENGAN PROTOKOL KESEHATAN

Ternate- Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Tahun 2020 kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, masih di situasi Pandemi Covid-19, hal tersebut berdampak langsung terhadap proses pengamanannya, menindaklanjuti hal tersebut agar Pilkada tetap terlaksana aman, damai dan bebas Covid-19 perlu adanya persamaan presepsi personel pengamanan TPS.

oleh karena itu, Rabu (25/11) pagi tadi, Polda Maluku Utara menggelar simulasi pengamanan pemungutan dan penghitungan suara tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS) dengan mengunakan protokol kesehatan mengingat masih dalam situasi Pandemi Covid-19.

Dalam kegiatan yang digelar Biro Operasi Polda Malut tersebut di hadiri 418 Personil Pam TPS Polda Maluku Utara yang akan melaksanakan pengamanan TPS di 4 (empat) Kabupaten yakni Kabupaten Halmahera Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, Kabupaten Halmahera Utara dan Kabupaten Kepulauan Sula.

Pelaksanaan simulasi pencoblosan di masa pandemi ini juga melibatkan pemateri dari Ketua Divisi Teknis Pemilihan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Ternate Kuad Suwarno.

Dalam penyampaiannya Suwarno menjelaskan bagaimana susunan panitia pemungutan suara (PPS), Tata cara melayani pemilih Disabilitas dengan mengunakan Protokol Kesehatan, peran petugas pengamanan Linmas dan Polri dalam mengamankan berjalanya proses pemungutan sampai dengan perhitungan suara.

“Posisi Polisi dalam pelaksanaan pengamanan kurang lebih radius 50 meter dari tempat pemungutan suara (TPS), polisi dapat bertindak apabila ada permintaan dari Kepala Panitia pemungutan Suara (KPPS) dan apabila situasi kamtibmas sudah tidak kondusif dan tidak ada permintaan dari (KPPS) Polisi bisa menggunakan Diskresi Kepolisian sesuai yang diatur dalam UU No 2 Tahun 2020 tentang Kepolisian”. Ujarnya.

Terpisah, Kabidhumas Polda Maluku Utara AKBP Adip Rojikan, S.I.K., M.H saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa kegiatan simulasi ini merupakan suatu bentuk pembekalan kepada personil yang akan melaksanakan pengamanan tempat pemungutan suara (TPS), agar dapat menyatukan presepsi dalam penanganan pengamanan pemungutan dan penghitungan suara.

Dalam Pengamanan pemilihan kepala daerah serentak tahun 2020 ini Polda Maluku Utara akan menerjunkan 942 personel yang dibagi menjadi dua bagian pengamanan yaitu pengamanan tempat pemungutan suara (TPS) sebanyak 418 pers, dan pengamanan situasi kondisi apabila eskalasi meningkat sebanyak 233 personil Dalmas Dit Sabhara Polda Maluku Utara dan 301 Personil PHH Brimob Polda Maluku Utara.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *