Sebulan Ibu Rumah Tangga Bisa Dapat Rp.1,5 Juta, Dari Menghaluskan Material Emas di Lokasi Tromol

malutberita.com-Labuha, Kendati tambang rakyat di Desa Kusubibi Kecamatan Bacan Barat, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) belum memiliki izin wilayah pertambangan rakyat (WPR). Namun, telah memberikan manfaat bagi semua masyarakat baik di Kusubibi secara khusus, masyarakat Halmahera Selatan, bahkan Maluku Utara. Senin 27/04/20.

Dampak manfaat dan peluang pekerjaan yang diperoleh dari hasil tambang rakyat itu tidak hanya kaum pria tetapi juga kepada kaum perempuan juga ikut ambil bagian mengais rezeky guna mencukupi kebutuhan keluarga sehari-hari dan membiayai anak-anak mereka yang masih duduk di bangku sekolah.

Puluhan ibu-Ibu rumah tangga baik dari desa Kusubibi dan desa tetangga lain dilokasi tromol mengatakan, mereka mendapatkan rezeky dari pekerjaan menghaluskan material biji batu yang ada unsur emas berukuran besar atau disebut rempel. Biji batu itu dihaluskan menggunakan hamar atau martil dan alat penghalus lain nya.

“Alhamdulillah karena ada tambang rakyat ini torang Ibu rumah tangga juga bisa dapat karja biar hanya bapukul rempel atau kasi alus material emas yang ukuran besar sebelum di olah menggunakan tromolm,”ujar Niar salah satu ibu rumah tangga asal desa Kusubibi

Sementara upah yang mereka terima dari pekerjaan tersebut, dibayar dengan menggunakan standar helm kendaraan roda dua dan satu helm itu dibayar dengan harga Rp. 5000 (lima ribu rupiah).

“Satu hari itu torang (kami) Ibu-Ibu bisa pukul olahan sisa emas itu dari 1-10 helm dan itu torang pukul setiap hari dan kalau sebulan bisa dapat rezeky Rp. 1,5-2 Juta. Torang Ibu rumah tangga di Kusubibi dan desa tetangga lain baru pernah melakukan pekerjaan ini karena tambang rakyat itu baru ada di desa Kusubibi,”pungkasnya (B.A.M)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *