Seorang Penumpang Meninggal di Atas Kapal Queen Mary Karena Jantung bukan Corona

malutberita.com-Labuha, Di tengah wabah virus corona (Covid-19), orang yang meninggal dunia secara mendadak menjadi perhatian Satgas Covid-19. Jenazah tidak bisa langsung dievakuasi. Seperti dialami salah satu Penumpang Kapal Queen Mary bernama Arsyad (52) yang meninggal dunia secara mendadak, Minggu malam 19/4/20, saat hendak berangkat ke ternate. kapal yang dijadwalkan berangkat pada pukul 22.00 WIT tersebut terpaksa mengalami penundaan keberangkatan hingga pukul 23.21 WIT bahkan beberapa penumpang memutuskan tidak jadi berangkat karena takut dikarantina setibanya di Ternate.

“katanya paitua sesak napas tapi Corona bagini akan sampe ternate tong maso karantina makanya torang tar jadi berangkat,” tutur Afrizal, salah satu penumpang kapal

Berdasarkan keterangan Tim  Satgas Penanganan Covid-19 Halsel Pos Pelabuhan Kupal, Pria asal Sulawesi yang bekerja dan tinggal  di Bengkel Angkasa Ria Desa Labuha ini sebelum meninggal mengalami sesak napas, pusing dan muntah. Korban kemudian berbaring di Lantai 3 Kapal, sambil menahan sakit kemudian meminta bantuan untuk dipanggilkan tim medis.

“Sekira Pukul 21.25 WIT dia (Korban) Muntah dan terbaring hingga diketahui telah meninggal dunia (MD), jadi saya hubungi Posko Gugus Tugas untuk penanganan lebih lanjut,” Ungkap Briptu Andi Anggota Tim Satgas Covid Pos Pelabuhan Kupal.

Almarhum sempat dicek Suhu Tubuh dan Terdeteksi suhu tubuh 34 Derajat Celsius. 

Sementara itu, Hasyim pemilik Bengkel Angkasa Ria saat ditemui di RSU Labuha menuturkan, almarhum baru tiba di Bacan dari Makassar tanggal 11 Maret lalu dan langsung bekerja di bengkel. menurut hasyim selama bekerja sebulan lebih almarhum dalam kondisi baik tidak pernah mengalami gejala batuk dan demam, hingga tiga hari lalu almarhum mengeluhkan Sakit dada(sesak napas), namun alm bekerja seperti biasa sampai tadi sore.

“Tadi sore dia bilang mau pulang kampung ke makassar, jadi gajinya saya kasih, bahkan tadi sekitar jam 8 malam mau ke kapal juga keadaan masih sehat, masih bacarita bae-bae, dan dia tidak ada keluhan sakit sama sekali, cuma 3 hari lalu dia sempat mengeluh dada kiri sakit” Terangnya

Jenazah Almarhum baru dievakuasi dari kapal ke Mobil Ambulance pada pukul 22.58 WIT, dikarenakan Mobil Ambulance yang tiba di pelabuhan tidak membawa serta APD penanganan Pasien covid-19. Proses evakuasi jenazah korban dilakukan oleh 3 orang tim gugus tugas dilengkapi APD dan penyemprotan Disinfektan di areal Alm. meninggal.

Sekretaris Satgas Covid-19 Halsel Daud Djubedi mengatakan, sebagai langkah pencegahan, Tim Satgas telah berkoordinasi dengan pihak keluarga untuk dilakukan pemakaman sesuai SOP Penanganan Covid 19 sebab Almarhum memiliki riwayat perjalanan dari daerah terjangkit covid namun keputusan diserahkan ke pihak keluarga

“Kami sarankan pemakamannya dengan protap covid ya, sebagai langkah pencegahan,” Jelas Daud 

Sementara itu berdasarkan hasil pemeriksaan imunologi dan bakteriologi instalasi Laboratorium RSUD Labuha yang diperoleh Senin (20/4/20) Pukul 00.45 WIT Hasil Rapid Test dari Almarhum yang sebelumnya diambil petugas KKP di kapal sebelum meninggal menunjukan Non Reaktif.

“Menurut dokter karena Jantung, bukan Corona. hasil tes juga negatif,” Terang Hasyim sembari menunjukan hasil uji lab yang diterima.

Hasyim berharap, dengan hasil Non Reaktif Tersebut, tidak ada lagi anggapan masyarakat bahwa korban meninggal akibat covid-19.

“semua telpon saya, gara-gara video dan foto yang tersebar di Facebook, jadi tolong wartawan bantu info yang betul ke masyarakat, nanti orang-orang tidak mau datang ke bengkel lagi,” Tutupnya penuh harap.(B.A.M)


Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *