Upaya pelestarian budaya daerah terus dilakukan melalui berbagai kegiatan yang melibatkan generasi muda. Salah satunya melalui kegiatan “Tembang Tradisi di Tanah Rempah: Edukasi dan Pementasan Lagu Daerah Maluku Utara di Tingkat Sekolah Dasar” yang diselenggarakan pada 25–26 Juli 2026 di Pendopo Benteng Oranje, Kota Ternate.
Program ini merupakan bagian dari Bantuan Pemerintah Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan Tahun 2026 yang difasilitasi oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Maluku Utara. Melalui pelaksanaan yang diinisiasi oleh Mohtar M. Ibrahim, yang akrab disapa Bung Ota, seorang penggiat seni dan mantan Juara Bintang Radio Kategori Keroncong, selaku panitia pelaksana, program ini menghadirkan edukasi dan pementasan lagu daerah Maluku Utara sebagai upaya menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal sekaligus memperkuat proses pewarisan warisan budaya kepada generasi penerus.
Selama dua hari pelaksanaan, sebanyak 30 peserta dari sejumlah Sekolah Dasar di Kota Ternate mengikuti rangkaian kegiatan yang dirancang untuk memperkenalkan kembali kekayaan tembang tradisi Maluku Utara. Kegiatan tersebut meliputi edukasi budaya, pelatihan teknik vokal, praktik menyanyikan lagu daerah, hingga pementasan sebagai bentuk apresiasi atas hasil pembelajaran yang telah diikuti.
Sebagai Panitia Pelaksana, Mohtar M. Ibrahim (Bung Ota) menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk mengenalkan kembali tembang tradisi kepada anak-anak sejak usia dini agar tetap hidup dan berkembang di tengah arus modernisasi.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menghadirkan ruang belajar budaya yang menyenangkan bagi anak-anak. Harapannya, mereka tidak hanya mampu menyanyikan lagu daerah, tetapi juga memahami makna dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sehingga tumbuh rasa bangga, cinta, dan tanggung jawab untuk terus melestarikan budaya Maluku Utara,” ujarnya.
Pada hari pertama, kegiatan diisi dengan edukasi budaya yang disampaikan oleh Mohtar M. Ibrahim (Bung Ota). Melalui penyampaian materi yang komunikatif dan interaktif, peserta diajak mengenal sejarah, makna, serta nilai-nilai yang terkandung dalam lagu-lagu daerah Maluku Utara. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pelatihan teknik vokal bersama Bunda Irma Dasim serta praktik menyanyikan lagu daerah. Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan, baik saat mengikuti materi maupun ketika mempraktikkan lagu-lagu daerah yang telah dipelajari.
Memasuki hari kedua, kegiatan diawali dengan laporan Panitia Pelaksana, dilanjutkan sambutan dari Kepala Dinas Kebudayaan Kota Ternate, Rukmini A. Rahman, S.E., M.Si., serta perwakilan Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Maluku Utara, Fauziah Rasid, S.S., M.Si., sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya daerah. Acara kemudian dilanjutkan dengan pementasan lima peserta terbaik dan satu peserta favorit yang mewakili semangat serta partisipasi 24 peserta lainnya. Penampilan mereka disaksikan oleh tamu undangan, guru pendamping, orang tua, dan masyarakat serta mendapat apresiasi atas kemampuan, keberanian, dan penghayatan dalam membawakan lagu-lagu daerah Maluku Utara.
Selain menjadi ruang ekspresi bagi peserta, kegiatan ini juga memperkuat kolaborasi antara Balai Pelestarian Kebudayaan Maluku Utara, Pemerintah Kota Ternate, sekolah, pelatih vokal, guru, orang tua, dan masyarakat dalam mendukung pelestarian budaya daerah secara berkelanjutan. Dukungan dan apresiasi dari para orang tua menjadi motivasi tersendiri bagi anak-anak untuk terus mengembangkan bakat sekaligus mencintai budaya daerahnya.
Di akhir kegiatan, panitia menyerahkan piagam kepada seluruh peserta serta penghargaan kepada lima penampilan terbaik sebagai bentuk apresiasi atas semangat, dedikasi, dan partisipasi mereka selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Momen tersebut menjadi penutup yang penuh makna sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya daerah.
Melalui kegiatan “Tembang Tradisi di Tanah Rempah”, diharapkan lagu-lagu daerah Maluku Utara semakin dikenal, dipelajari, dan diwariskan kepada generasi muda. Dengan sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, pelaku seni, orang tua, dan masyarakat, pelestarian budaya diharapkan terus berkembang sehingga kekayaan budaya Maluku Utara tetap lestari dan menjadi kebanggaan bagi generasi masa kini maupun yang akan datang.












